Selasa, 26 Oktober 2021

RESUME JURNAL : ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA BOGOR

 Judul Jurnal : ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA BOGOR

Volume : Vol. 3 No. 1

Tahun Terbit : 2017

Penulis : Sri Hartini dan Lesti Hartati

Latar Belakang :

Perubahan pada pola konsumsi masyarakat yang beraneka ragam, memunculkan konsep penghidangan makanan yang praktis, salah satunya adalah jenis fast food. Restoran cepat saji (Fast Food Restaurant) adalah rumah makan yang menghidangkan makanan dan minuman.. Umumnya rumah makan jenis ini merupakan rantai bisnis, dengan operasi pelayanan yang standar, seragam. Para pengunjung kota akan menempatkan rumah makan cepat saji sebagai pilihan pertama. Selain kota singgah, Kota Bogor adalah kota destinasi pariwisata. Peluang ini dimanfaatkan oleh banyak pemilik modal dalam industri restoran cepat saji. Dalam persaingan yang semakin ketat, banyak upaya yang dilakukan oleh perusahaan. Namun salah satu yang dirasakan paling penting adalah memahami perilaku konsumen dan karakteristik konsumen secara umum. Hal ini dapat bermanfaat bagi perusahaan karena konsumsi produk setiap wilayah berbeda satu sama lain. Perusahaan juga perlu mengetahui posisi relatif dibandingkan dengan para pesaingnya. Pemasaran merupakan ujung tombak dari perusahaan. Tanpa fungsi pemasaran yang berjalan dengan baik, perusahaan akan berjalan tersendat dan tak tentu arah. Tanpa memahami pasar dan konsumen, perusahaan akan sulit menempatkan produknya di pasar. Salah satu fungsi dari pemasaran adalah memahami preferensi dan karakteristik konsumen.

Tujuan Penelitian :

  1. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang paling penting yang menyebabkan ragam pada preferensi konsumen terhadap restoran cepat saji di Kota Bogor.
  2. Untuk mengukur kinerja relatif atribut kepuasan konsumen di industri rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan menggunakan pendekatan importance performance analysis.
  3. Untuk mengidentifikasi pola persaingan di antara rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan penggunaan metode scoring SPSS.

Lokasi Penelitian :

Penelitian ini diselenggarakan selama enam bulan, mulai bulan Juli sampai Desember 2015, dengan lokasi yang dipilih, yaitu Kota Bogor.

Metode Penelitian :

Metode analisis data yang akan diterapkan adalah analisis Fischbein analysis terdiri dari analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Studi ini melibatkan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Tahap awal berkaitan dengan identifikasi faktor-faktor yang dapat mengubah ragam preferensi konsumen terhadap rumah makan cepat saji di Kota Bogor. Tahap berikutnya adalah mengukur kineija relatif atribut kepuasan konsumen di industri rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan menggunakan pendekatan importance performance analysis, dan terakhir adalah mengidentifikasi pola persaingan di antara rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan penggunaan scoring SPSS.

Hasil Penelitian :

Letak geografis

Restoran cepat saji yang ada di Kota Bogor adalah jaringan restoran siap saji yang juga tersebar di seluruh daerah di Indonesia dan sebagian besar juga telah tersebar di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, restoran cepat saji ini memiliki lebih dari 100 outlet tersebar di kota besar maupun kecil.

Penelitian ini dilaksanakan di restoran cepat saji yang berada di Kota Bogor, dari beberapa restoran cepat saji yang ada, diambil sembilan restoran cepat saji yang dijadikan sebagai kajian penelitian, diantaranya adalah: Domino’s, Pizza Hut, RM Trio, RM Lembah Anai, RM Minang Raya, McD, Burger King, KFC, dan Texas Chiken. 

Karakteristik Responden

Dari 30 responden, 66,67% laki-laki dan 33,33% perempuan, mayoritas berusia 25-39 tahun 50,00%, 24 tahun atau kurang 40,00%, dan 40-55 tahun 10,00%. Pendapatan atau uang saku konsumen restoran kurang dari Rp10.000.000 (26,67%), antara Rp11.000.000-Rp20.000.000 (43,33%), antara Rp21.000.000-Rp30.000.000 (16.67%) dan terakhir pendapatan di atas Rp31.000.000 (13,33%). Dengan frekuensi makan satu bulan tidak pernah sama sekali, satu kali dalam sebulan, dua sampai tiga kali dalam sebulan, lebih dari tiga kali dalam sebulan, dan pengeluaran sekali makan kurang dari Rp100.000, Rp100.000-Rp200.000, Rp200.000-Rp500.000 dan lebih dari Rp500.000.

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Hasil perhitungan menunjukkan variabel yang digunakan memiliki rentang nilai r hitung 0,593 - 0,855. Hasil tersebut lebih besar r tabel 0,318, sehingga kuesioner yang digunakan pada penelitian ini valid. Selain memenuhi syarat validitas, kuesioner juga harus memenuhi syarat reliabilitas yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu pengukuran yang dapat dipercaya.

Penentuan Kriteria dan Atribut

Penelitian ini berfokus pada lima kriteria utama yang dijadikan sebagai tolak ukur terhadap keluaran sebagai evaluasi baik itu kelebihan ataupun kekurangan dari masing-masing restoran cepat saji, dari ke lima kriteria tersebut yaitu:

1.      Keadaan Restoran

Keadaan lingkungan baik dari tata letak ataupun pemanfaatan ruang sangat mempengaruhi terhadap konsumen akan keinginannya untuk kembali lagi ke tempat yang sama, konsumen merasa puas juga dapat mereferensikan baik kepada orang terdekat, teman ataupun rekan kerja. Berikut adalah bagian atribut dari keadaan restoran :

a.      Bersih dan rapi.
b.      Mudah mencari tempat duduk.
c.      Sudah dikenal dengan baik (familiar).
d.      Berada di lokasi yang mudah dijangkau.
e.      Suasana restoran nyaman dan menyenangkan.
f.       Piring makan, sendok, garpu, dan peralatan makan, bersih dan bagus.
g.      Cocok untuk membawa anggota keluarga.
h.      Memiliki toilet dan tempat cuci tangan yang bersih.
i.       Restoran yang nyaman untuk anak kecil.
j.       Memiliki dekorasi yang menarik perhatian (atraktif).
k.      Memiliki tempat duduk yang nyaman.
l.       Menyediakan fasilitas internet (Wifi).
m.     Memiliki tempat parkir yang nyaman dan aman.

2.      Menu Makanan

Setidaknya menu harus dibuat secara variatif dan selalu menonjolkan tingkat kecirikhasan dari masakan yang dimiliki, peka terhadap selera pasar dan ditambah dengan inovasi yang berkesinambungan agar konsumen tidak mudah bosan dengan menu-menu yang dimiliki sebuah restoran cepat saji. Berikut termasuk atribut dari menu makanan :

a.      Mengandung gizi yang jelas dan dapat terukur.
b.      Dapat menimbulkan selera makan.
c.      Kombinasi makanan yang serasi selaras.
d.      Menawarkan menu yang tidak membosankan.
e.      Menawarkan menu yang telah disesuaikan dengan selera local.
f.       Sesuai waktu makan (sarapan, makan siang, makan malam).
g.      Menawarkan makanan lain yang unik dan lezat.
h.      Menawarkan hidangan penutup yang dingin.
i.       Menawarkan hidangan penutup yang panas.

3.      Harga

Harga yang terjangkau dan sesuai dengan sajian diharapkan menciptakan sebuah customer loyalty. Penetapan atribut harga meliputi :

a.      Sesuai dengan kualitas makanan dan suasana.
b.      Menawarkan diskon dan kupon makan.
c.      Sering menawarkan undangan makan gratis.
d.      Menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit.
e.      Mengadakan program makan sepuasnya satu harga.
f.       Relatif murah untuk kualitas dan suasana yang ditawarkan.

4.      Pelayanan

Pelayanan yang prima dan selalu mengedepankan pelanggan nantinya akan memberikan sebuah efek positif bagi berkelanjutannya hubungan yang simbiosis mutualisme antara produsen dan konsumen. Beberapa atribut penting pelayan yaitu :

a.      Menyediakan pelayanan yang cepat dan efisien.
b.      Delivery order yang mudah dan tepat waktu.
c.      Penampilan karyawan rapi dan sopan.
d.      Pelayanan dari karyawan yang terampil.
e.      Pelayanan dari karyawan yang ramah.
f.       Menyampaikan pesanan sesuai dengan yang dijanjikan.
g.      Ketepatan waktu penyerahan makanan sesuai janji.
h.      Menyediakan sistem pemesanan tempat.

5.      Komunikasi

Hal ini menjadi sebuah pelengkap bagi sebuah manajemen bisnis yang memberikan informasi secara langsung terhadap calon konsumen, dikemas dalam beberapa cara yang mengedepankan aspek pemasaran terhadap produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Cara- cara tersebut dikemas dalam beberapa atribut, yaitu:

a.      Telah memiliki pengalaman dan citra yang baik.
b.      Brosur, menu mengesankan seperti restoran bertaraf internasional.
c.      Sering memasang iklan di media elektronik Radio.
d.      Sering memasang iklan di media elektronik TV.
e.      Sering memasang iklan di media sosial berbasis internet.
f.      Sering menyebarkan leaflet/brosur.
g.      Sering memasang iklan di media cetak (koran, majalah).

Ketika data preferensi dari atribut telah terkumpul, pelanggan juga diminta untuk mengisi data demografi dari setiap pelanggan yang mengisi kuesioner, isi dari data tersebut diantaranya:

1.      Lokasi tempat tinggal.
2.      Status pernikahan.
3.      Umur.
4.      Jumlah anggota keluarga di bawah 18 tahun.
5.      Pendapatan rata-rata per tahun.
6.      Intensitas makan di restoran dalam seminggu.
7.      Intensitas makan di restoran dalam sebulan.
8.      Rata-rata pengeluaran yang dikeluarkan setiap makan direstoran cepat saji.

Data-data demografi ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui segmen pasar ataupun potensi pasar yang dimiliki dan nantinya akan dipetakan untuk bisa dibidik menjadi pangsa pasar utama.

Metode Fischbein

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa atribut menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit adalah strategi yang baik untuk menarik konsumen kembali lagi melakukan pembelian. Oleh karena itu diharapkan manajemen sekiranya dapat membuat sebuah promo-promo kemudahan dalam bertransaksi bagi konsumen kedepannya lagi.

Menjadi konsen yang sangat vital bagi manajemen adalah tentang keadaan restoran yang harus bersih dan rapi. Faktor kebersihan harus dapat dikedepankan karena konsep dari rumah makan cepat saji lebih banyak menarik konsumen dari tingkat ekonomi menengah ke atas, dan tentunya begitu kritis memberikan penilaian terhadap kondisi atau keadaan di seluruh aspek layanan dari rumah makan cepat saji. 

Analisis Evaluasi

Dari analisa yang telah dilakukan terlihat bahwa atribut model penawaran diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit memiliki tingkat kepentingan tertinggi yang kemudian diikuti dengan model atribut yang lain. Bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit lebih digemari dan menanamkan intensitas belanja yang berlanjut kedepannya, meskipun poin kepentingan masih di bawah poin kinerja Poin terendah berada pada atribut bersih dan rapi tingkat kepentingan yang juga masih di bawah tingkat kinerja.

Analisis Sikap Konsumen

Pada konteks ini pengukuran sikap konsumen dilakukan secara keseluruhan terhadap semua atribut, dapat diartikan juga konsumen tidak suka akan atribut tertentu yang diberikan oleh pihak fast food, namun konsumen tetap menyukai atribut lain yang juga ditawarkan oleh pihak fast food. 

Importance Performance Analysis (Analisis IPA)

Analisa IPA dilakukan sebagai masukan terhadap manajemen akan usulan perbaikan kerja atas atribut-atribut yang diberikan kepada konsumen apakah dari atribut-atribut tersebut sudah memiliki penilaian yang baik bagi konsumen atau justru tidak memiliki nilai pendongkrak bagi jasa pelayanan yang telah diberikan.

Secara keseluruhan dapat diartikan bahwa tingkat jasa pelayanan yang diberikan kepada konsumen sebagian besar atribut berada pada matriks posisi prioritas rendah dengan persentase 53%, atribut pada matriks pertahankan prestasi berada di urutan kedua dengan persentase 33%, dilanjutkan dengan atribut prioritas utama hanya ada 9% dan terakhir atribut pada matriks berlebihan dengan persentase 5%. Ini artinya masih banyak atribut yang tidak memiliki efektifitas yang signifikan terhadap jasa pelayanan yang diberikan dari masing-masing atribut.

Penilaian Tingkat Preferensi Seluruh Responden

Hasil penilaian tingkat preferensi oleh 30 responden restoran cepat saji menunjukkan bahwa kriteria harga memiliki nilai rata-rata tertinggi dibanding empat kriteria lain. Mayoritas responden memilih makan di restoran cepat saji dikarenakan terdapat harga diskon khusus bagi pembayaran menggunakan kartu kredit dengan poin rata-rata tertinggi.

Penilaian tiap atribut dari setiap kriteria menunjukkan tiga atribut dengan nilai kepentingan tertinggi berasal dari kriteria harga yang ditawarkan, yaitu menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, sering menawarkan undangan makan gratis, serta mengadakan program makan sepuasnya satu harga. Konsumen menilai tiga atribut perlu dipertimbangkan dalam memilih restoran.

Seharusnya ini dapat dijadikan perhatian manajemen untuk perbaikan tata kelola pelayanan agar lebih baik lagi. Konsep rumah makan cepat saji adalah mengedepankan kecepatan pelayanan demi mengefisienkan waktu, membutuhkan perubahan yang harus segera dilaksanakan demi menjaga pelanggan agar tetap loyal terhadap pelayanan yang diberikan.

Tingkat Persaingan Posisi Relatif Pesaing (Kemudahan Dicapai)

Posisi yang strategis dan mudah dijangkau memberikan kemudahan bagi konsumen untuk datang demi mengkonsumsi hidangan yang ditawarkan oleh pihak rumah makan cepat saji.  

Jarak antara Pusat Kegiatan (Kedekatan dari Rumah, Kantor, Sekolah)

Jarak antara pusat kegiatan dapat menentukan konsumen dalam memilih restoran cepat saji baik dekat dengan pusat keramaian, rumah, kantor ataupun sekolah, sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan dan menjangkau restoran tersebut. 

Tingkat Persaingan antar Rumah Makan Cepat Saji di Kota Bogor

Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap sembilan rumah makan cepat saji terhadap variabel yang diteliti, maka dapat ditentukan rata-rata total scoring yaitu rumah makan KFC sebesar (20,56, 14%), rumah makan McD sebesar (18,29, 12%), rumah makan Pizza Hut (16,67, 11%), rumah makan Texas Chiken (16,67, 11%), rumah makan Trio (15,98, 11%), rumah makan Simpang Raya (15,96, 11%), rumah makan Burger Kings (15,87, 10%), rumah makan Lembah Anai (15,18,  10%), dan rumah makan Dominos (14,83, 10%).

Kesimpulan :

Dari analisa yang telah dilakukan terdapat lima atribut tertinggi yang diberikan penilaian oleh konsumen terhadap kinerja yang diberikan oleh restoran cepat saji yaitu menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, sering menawarkan undangan makan gratis, mengadakan program makan sepuasnya satu harga, menawarkan hidangan penutup yang panas dan sering memasang iklan di media elektronik radio. Ke lima atribut teratas tersebut juga bukan dalam artian sudah cukup memuaskan akan hasil dari tingkat penilaian kinerja dan tingkat kepentinga yang diperoleh, namun harus dijaga dan lebih ditingkatkan lagi demi menjaga kepuasan atas seluruh pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah makan cepat saji. Berkaitan dengan tingkat persaingan antar rumah makan cepat saji, diperoleh hasil scoring pada SPSS tingkat persaingan yang sangat kompetitif, perhitungan dari rata-rata sembilan variabel dari sembilan rumah makan cepat saji yang ada di Kota Bogor dipetakan dengan urutan dari tertinggi hingga terendah , dari hasil analisis yang dilakukan terhadap sembilan rumah makan cepat saji terhadap atribut yang diteliti, maka dapat ditentukan rata-rata total scoring yaitu rumah makan KFC sebesar (20,56), rumah makan McD sebesar (18,29), rumah makan Pizza Hut (16,67), rumah makan Texas Chiken (16,67), rumah makan Trio (15,98), rumah makan Simpang Raya (15,96), rumah makan Burger Kings (15,87 ), rumah makan Lembah Anai (15,18), dan rumah makan Dominos (14,83).

Link Jurnal : https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe/article/view/436/355


Tidak ada komentar:

Posting Komentar