Judul Jurnal : ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA BOGOR
Volume
:
Vol. 3 No. 1
Tahun
Terbit : 2017
Penulis
:
Sri Hartini dan Lesti Hartati
Latar Belakang :
Perubahan pada pola
konsumsi masyarakat yang beraneka ragam, memunculkan konsep penghidangan
makanan yang praktis, salah satunya adalah jenis fast food. Restoran cepat saji
(Fast Food Restaurant) adalah rumah makan yang menghidangkan makanan dan
minuman.. Umumnya
rumah makan jenis ini merupakan rantai bisnis, dengan operasi pelayanan
yang standar, seragam. Para pengunjung kota akan
menempatkan rumah makan cepat saji sebagai pilihan pertama. Selain kota
singgah, Kota Bogor adalah kota destinasi pariwisata. Peluang ini dimanfaatkan oleh banyak pemilik modal dalam
industri restoran cepat saji. Dalam persaingan yang semakin ketat, banyak upaya
yang dilakukan oleh perusahaan. Namun salah satu yang dirasakan paling penting
adalah memahami perilaku konsumen dan karakteristik konsumen secara umum. Hal
ini dapat bermanfaat bagi perusahaan karena konsumsi produk setiap wilayah
berbeda satu sama lain. Perusahaan juga perlu mengetahui posisi relatif
dibandingkan dengan para pesaingnya. Pemasaran merupakan ujung tombak dari
perusahaan. Tanpa fungsi pemasaran yang berjalan dengan baik, perusahaan akan
berjalan tersendat dan tak tentu arah. Tanpa memahami pasar dan konsumen,
perusahaan akan sulit menempatkan produknya di pasar. Salah satu fungsi dari
pemasaran adalah memahami preferensi dan karakteristik konsumen.
Tujuan Penelitian :
- Untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang paling penting yang menyebabkan ragam pada preferensi konsumen terhadap restoran cepat saji di Kota Bogor.
- Untuk mengukur kinerja relatif atribut kepuasan konsumen di industri rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan menggunakan pendekatan importance performance analysis.
- Untuk mengidentifikasi pola persaingan di antara rumah makan cepat saji di Kota Bogor dengan penggunaan metode scoring SPSS.
Lokasi Penelitian :
Penelitian ini
diselenggarakan selama enam bulan, mulai bulan Juli sampai Desember 2015,
dengan lokasi yang dipilih, yaitu Kota Bogor.
Metode Penelitian :
Metode analisis data yang
akan diterapkan adalah analisis Fischbein analysis terdiri dari analisis
kuantitatif dan analisis kualitatif. Studi ini melibatkan metode penelitian
kualitatif maupun kuantitatif. Tahap awal berkaitan dengan identifikasi
faktor-faktor yang dapat mengubah ragam preferensi konsumen terhadap rumah
makan cepat saji di Kota Bogor. Tahap berikutnya adalah mengukur kineija
relatif atribut kepuasan konsumen di industri rumah makan cepat saji di Kota
Bogor dengan menggunakan pendekatan importance performance analysis, dan
terakhir adalah mengidentifikasi pola persaingan di antara rumah makan cepat
saji di Kota Bogor dengan penggunaan scoring SPSS.
Hasil Penelitian :
Letak geografis
Restoran cepat saji yang
ada di Kota Bogor adalah jaringan restoran siap saji yang juga tersebar di
seluruh daerah di Indonesia dan sebagian besar juga telah tersebar di berbagai
belahan dunia. Di Indonesia, restoran cepat saji ini memiliki lebih dari 100
outlet tersebar di kota besar maupun kecil.
Penelitian ini
dilaksanakan di restoran cepat saji yang berada di Kota Bogor, dari beberapa
restoran cepat saji yang ada, diambil sembilan restoran cepat saji yang
dijadikan sebagai kajian penelitian, diantaranya adalah: Domino’s, Pizza Hut,
RM Trio, RM Lembah Anai, RM Minang Raya, McD, Burger King, KFC, dan Texas
Chiken.
Karakteristik Responden
Dari 30 responden, 66,67%
laki-laki dan 33,33% perempuan, mayoritas berusia 25-39 tahun 50,00%, 24 tahun
atau kurang 40,00%, dan 40-55 tahun 10,00%. Pendapatan atau uang saku konsumen
restoran kurang dari Rp10.000.000 (26,67%), antara Rp11.000.000-Rp20.000.000
(43,33%), antara Rp21.000.000-Rp30.000.000 (16.67%) dan terakhir pendapatan di
atas Rp31.000.000 (13,33%). Dengan frekuensi makan satu bulan tidak pernah sama
sekali, satu kali dalam sebulan, dua sampai tiga kali dalam sebulan, lebih dari
tiga kali dalam sebulan, dan pengeluaran sekali makan kurang dari Rp100.000, Rp100.000-Rp200.000,
Rp200.000-Rp500.000 dan lebih dari Rp500.000.
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Hasil perhitungan
menunjukkan variabel yang digunakan memiliki rentang nilai r hitung 0,593 -
0,855. Hasil tersebut lebih besar r tabel 0,318, sehingga kuesioner yang
digunakan pada penelitian ini valid. Selain memenuhi syarat validitas,
kuesioner juga harus memenuhi syarat reliabilitas yang menunjukkan sejauh mana
hasil suatu pengukuran yang dapat dipercaya.
Penentuan Kriteria dan
Atribut
Penelitian ini berfokus
pada lima kriteria utama yang dijadikan sebagai tolak ukur terhadap keluaran
sebagai evaluasi baik itu kelebihan ataupun kekurangan dari masing-masing
restoran cepat saji, dari ke lima kriteria tersebut yaitu:
1. Keadaan
Restoran
Keadaan lingkungan baik dari tata letak
ataupun pemanfaatan ruang sangat mempengaruhi terhadap konsumen akan keinginannya
untuk kembali lagi ke tempat yang sama, konsumen merasa puas juga dapat
mereferensikan baik kepada orang terdekat, teman ataupun rekan kerja. Berikut
adalah bagian atribut dari keadaan restoran :
a. Bersih dan rapi.
b. Mudah mencari tempat duduk.
c. Sudah dikenal dengan baik (familiar).
d. Berada di lokasi yang mudah dijangkau.
e. Suasana restoran nyaman dan menyenangkan.
f. Piring makan, sendok, garpu, dan peralatan makan, bersih dan bagus.
g. Cocok untuk membawa anggota keluarga.
h. Memiliki toilet dan tempat cuci tangan yang bersih.
i. Restoran yang nyaman untuk anak kecil.
j. Memiliki dekorasi yang menarik perhatian (atraktif).
k. Memiliki tempat duduk yang nyaman.
l. Menyediakan fasilitas internet (Wifi).
m. Memiliki tempat parkir yang nyaman dan aman.
2. Menu
Makanan
Setidaknya menu harus dibuat secara
variatif dan selalu menonjolkan tingkat kecirikhasan dari masakan yang
dimiliki, peka terhadap selera pasar dan ditambah dengan inovasi yang
berkesinambungan agar konsumen tidak mudah bosan dengan menu-menu yang dimiliki
sebuah restoran cepat saji. Berikut termasuk atribut dari menu makanan :
a. Mengandung gizi yang jelas dan dapat terukur.
b. Dapat menimbulkan selera makan.
c. Kombinasi makanan yang serasi selaras.
d. Menawarkan menu yang tidak membosankan.
e. Menawarkan menu yang telah disesuaikan dengan selera local.
f. Sesuai waktu makan (sarapan, makan siang, makan malam).
g. Menawarkan makanan lain yang unik dan lezat.
h. Menawarkan hidangan penutup yang dingin.
i. Menawarkan hidangan penutup yang panas.
3. Harga
Harga yang terjangkau dan sesuai dengan
sajian diharapkan menciptakan sebuah customer loyalty. Penetapan atribut harga
meliputi :
a. Sesuai dengan kualitas makanan dan suasana.
b. Menawarkan diskon dan kupon makan.
c. Sering menawarkan undangan makan gratis.
d. Menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit.
e. Mengadakan program makan sepuasnya satu harga.
f. Relatif murah untuk kualitas dan suasana yang ditawarkan.
4. Pelayanan
Pelayanan yang prima dan selalu
mengedepankan pelanggan nantinya akan memberikan sebuah efek positif bagi
berkelanjutannya hubungan yang simbiosis mutualisme antara produsen dan
konsumen. Beberapa atribut penting pelayan yaitu :
a. Menyediakan pelayanan yang cepat dan efisien.
b. Delivery order yang mudah dan tepat waktu.
c. Penampilan karyawan rapi dan sopan.
d. Pelayanan dari karyawan yang terampil.
e. Pelayanan dari karyawan yang ramah.
f. Menyampaikan pesanan sesuai dengan yang dijanjikan.
g. Ketepatan waktu penyerahan makanan sesuai janji.
h. Menyediakan sistem pemesanan tempat.
5. Komunikasi
Hal ini menjadi sebuah pelengkap bagi
sebuah manajemen bisnis yang memberikan informasi secara langsung terhadap
calon konsumen, dikemas dalam beberapa cara yang mengedepankan aspek pemasaran
terhadap produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Cara- cara tersebut
dikemas dalam beberapa atribut, yaitu:
a. Telah memiliki pengalaman dan citra yang baik.
b. Brosur, menu mengesankan seperti restoran bertaraf internasional.
c. Sering memasang iklan di media elektronik Radio.
d. Sering memasang iklan di media elektronik TV.
e. Sering memasang iklan di media sosial berbasis internet.
f. Sering menyebarkan leaflet/brosur.
g. Sering memasang iklan di media cetak (koran, majalah).
Ketika data preferensi dari atribut telah
terkumpul, pelanggan juga diminta untuk mengisi data demografi dari setiap
pelanggan yang mengisi kuesioner, isi dari data tersebut diantaranya:
1. Lokasi tempat tinggal.
2. Status pernikahan.
3. Umur.
4. Jumlah anggota keluarga di bawah 18 tahun.
5. Pendapatan rata-rata per tahun.
6. Intensitas makan di restoran dalam seminggu.
7. Intensitas makan di restoran dalam sebulan.
8. Rata-rata pengeluaran yang dikeluarkan setiap makan direstoran cepat saji.
Data-data demografi ini dapat dimanfaatkan untuk
mengetahui segmen pasar ataupun potensi pasar yang dimiliki dan nantinya akan
dipetakan untuk bisa dibidik menjadi pangsa pasar utama.
Metode Fischbein
Dari hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa atribut menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu
kredit adalah strategi yang baik untuk menarik konsumen kembali lagi melakukan
pembelian. Oleh karena itu diharapkan manajemen sekiranya dapat membuat sebuah
promo-promo kemudahan dalam bertransaksi bagi konsumen kedepannya lagi.
Menjadi konsen yang
sangat vital bagi manajemen adalah tentang keadaan restoran yang harus bersih
dan rapi. Faktor kebersihan harus dapat dikedepankan karena konsep dari rumah
makan cepat saji lebih banyak menarik konsumen dari tingkat ekonomi menengah ke
atas, dan tentunya begitu kritis memberikan penilaian terhadap kondisi atau
keadaan di seluruh aspek layanan dari rumah makan cepat saji.
Analisis Evaluasi
Dari analisa yang telah
dilakukan terlihat bahwa atribut model penawaran diskon untuk pembayaran
menggunakan kartu kredit memiliki tingkat kepentingan tertinggi yang kemudian
diikuti dengan model atribut yang lain. Bertransaksi dengan menggunakan kartu
kredit lebih digemari dan menanamkan intensitas belanja yang berlanjut
kedepannya, meskipun poin kepentingan masih di bawah poin kinerja Poin terendah
berada pada atribut bersih dan rapi tingkat kepentingan yang juga masih di
bawah tingkat kinerja.
Analisis Sikap Konsumen
Pada konteks ini
pengukuran sikap konsumen dilakukan secara keseluruhan terhadap semua atribut,
dapat diartikan juga konsumen tidak suka akan atribut tertentu yang diberikan
oleh pihak fast food, namun konsumen tetap menyukai atribut lain yang juga
ditawarkan oleh pihak fast food.
Importance Performance
Analysis (Analisis IPA)
Analisa IPA dilakukan
sebagai masukan terhadap manajemen akan usulan perbaikan kerja atas
atribut-atribut yang diberikan kepada konsumen apakah dari atribut-atribut
tersebut sudah memiliki penilaian yang baik bagi konsumen atau justru tidak
memiliki nilai pendongkrak bagi jasa pelayanan yang telah diberikan.
Secara keseluruhan dapat
diartikan bahwa tingkat jasa pelayanan yang diberikan kepada konsumen sebagian
besar atribut berada pada matriks posisi prioritas rendah dengan persentase
53%, atribut pada matriks pertahankan prestasi berada di urutan kedua dengan
persentase 33%, dilanjutkan dengan atribut prioritas utama hanya ada 9% dan
terakhir atribut pada matriks berlebihan dengan persentase 5%. Ini artinya
masih banyak atribut yang tidak memiliki efektifitas yang signifikan terhadap
jasa pelayanan yang diberikan dari masing-masing atribut.
Penilaian Tingkat
Preferensi Seluruh Responden
Hasil penilaian tingkat
preferensi oleh 30 responden restoran cepat saji menunjukkan bahwa kriteria
harga memiliki nilai rata-rata tertinggi dibanding empat kriteria lain.
Mayoritas responden memilih makan di restoran cepat saji dikarenakan terdapat
harga diskon khusus bagi pembayaran menggunakan kartu kredit dengan poin
rata-rata tertinggi.
Penilaian tiap atribut
dari setiap kriteria menunjukkan tiga atribut dengan nilai kepentingan
tertinggi berasal dari kriteria harga yang ditawarkan, yaitu menawarkan diskon
untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, sering menawarkan undangan makan
gratis, serta mengadakan program makan sepuasnya satu harga. Konsumen menilai
tiga atribut perlu dipertimbangkan dalam memilih restoran.
Seharusnya ini dapat
dijadikan perhatian manajemen untuk perbaikan tata kelola pelayanan agar lebih
baik lagi. Konsep rumah makan cepat saji adalah mengedepankan kecepatan
pelayanan demi mengefisienkan waktu, membutuhkan perubahan yang harus segera
dilaksanakan demi menjaga pelanggan agar tetap loyal terhadap pelayanan yang
diberikan.
Tingkat Persaingan Posisi
Relatif Pesaing (Kemudahan Dicapai)
Posisi yang strategis dan
mudah dijangkau memberikan kemudahan bagi konsumen untuk datang demi
mengkonsumsi hidangan yang ditawarkan oleh pihak rumah makan cepat saji.
Jarak antara Pusat
Kegiatan (Kedekatan dari Rumah, Kantor, Sekolah)
Jarak antara pusat
kegiatan dapat menentukan konsumen dalam memilih restoran cepat saji baik dekat
dengan pusat keramaian, rumah, kantor ataupun sekolah, sehingga memudahkan konsumen
untuk menemukan dan menjangkau restoran tersebut.
Tingkat Persaingan antar
Rumah Makan Cepat Saji di Kota Bogor
Dari hasil analisis yang
dilakukan terhadap sembilan rumah makan cepat saji terhadap variabel yang
diteliti, maka dapat ditentukan rata-rata total scoring yaitu rumah makan KFC
sebesar (20,56, 14%), rumah makan McD sebesar (18,29, 12%), rumah makan Pizza
Hut (16,67, 11%), rumah makan Texas Chiken (16,67, 11%), rumah makan Trio
(15,98, 11%), rumah makan Simpang Raya (15,96, 11%), rumah makan Burger Kings
(15,87, 10%), rumah makan Lembah Anai (15,18,
10%), dan rumah makan Dominos (14,83, 10%).
Kesimpulan :
Dari analisa yang telah
dilakukan terdapat lima atribut tertinggi yang diberikan penilaian oleh
konsumen terhadap kinerja yang diberikan oleh restoran cepat saji yaitu
menawarkan diskon untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, sering menawarkan
undangan makan gratis, mengadakan program makan sepuasnya satu harga, menawarkan
hidangan penutup yang panas dan sering memasang iklan di media elektronik radio.
Ke lima atribut teratas tersebut juga bukan dalam artian sudah cukup memuaskan
akan hasil dari tingkat penilaian kinerja dan tingkat kepentinga yang
diperoleh, namun harus dijaga dan lebih ditingkatkan lagi demi menjaga kepuasan
atas seluruh pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah makan cepat saji. Berkaitan
dengan tingkat persaingan antar rumah makan cepat saji, diperoleh hasil scoring
pada SPSS tingkat persaingan yang sangat kompetitif, perhitungan dari rata-rata
sembilan variabel dari sembilan rumah makan cepat saji yang ada di Kota Bogor
dipetakan dengan urutan dari tertinggi hingga terendah , dari hasil analisis
yang dilakukan terhadap sembilan rumah makan cepat saji terhadap atribut yang
diteliti, maka dapat ditentukan rata-rata total scoring yaitu rumah makan KFC
sebesar (20,56), rumah makan McD sebesar (18,29), rumah makan Pizza Hut
(16,67), rumah makan Texas Chiken (16,67), rumah makan Trio (15,98), rumah
makan Simpang Raya (15,96), rumah makan Burger Kings (15,87 ), rumah makan
Lembah Anai (15,18), dan rumah makan Dominos (14,83).
Link Jurnal : https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe/article/view/436/355
Tidak ada komentar:
Posting Komentar